Halaman

    Social Items

Tampilkan postingan dengan label Atletik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Atletik. Tampilkan semua postingan
Kumpulan Ilmu Olahraga - Salah satu jenis olahraga atletik yang sering dipertandingkan pada laga olahraga nasional maupun internasional adalah tolak peluru. Pada hakikatnya olahraga ini adalah menolak peluru sejauh mungkin supaya dapat memperoleh hasil lemparan sejauh-jauhnya. Untuk dapat memainkannya dengan baik dan benar serta menghasilkan performa yang baik dalam pertandingan, maka penting bagi para atlet untuk mengenal setiap teknik tolak peluru. Untuk itu, berikut ini akan dijelaskan 4 teknik dasar tolak peluru yang perlu diketahui berikut dengan cara memegang peluru yang baik dan benar agar pas dalam genggaman dan tidak terlempas saat memainkan olahraga tersebut.

1. Teknik Memegang Peluru

Cara memegang peluru pada olahraga tolak peluru tidak boleh sembarangan, melainkan ada beberapa teknik khusus yang perlu dipelajari. Memegang peluru dilakukan oleh jari-jari tangan di telapak tangan bagian dalam. Berikut ini adalah penjelasan singkat tentang tahapan cara melakukan pegangan peluru yang sempurna.
  • Letakkan peluru di telapak tangan bagian atas saat tangan menengadah atau bisa juga di bagian ujung telapak tangan yang terdekat dari jari-jari tangan.
  • Renggangkan genggaman jari tangan pada bagian jari tengah, manis dan jari telunjuk agar dapat menahan dan memegang bagian belakang peluru.
  • Posisikan ibu jari dan jari kelingking sebagai pemegang atau penahan peluru di bagian samping. Posisi ini bertujuan agar peluru tidak tergelincir ke arah luar atau ke dalam.

Baca Juga:

Jenis-Jenis Permainan Bola Tangan – Sejarah dan Peraturannya


2. Teknik Meletakkan Peluru

Dalam teknik olahraga tolak peluru, selain cara menggenggam yang benar, terdapat pula teknik khusus perletakkan peluru secara tepat. Tahapan teknik meletakkan peluru yang tepat dan benar tersebut adalah:
  • Berdiri dengan posisi kaki kanan diletakkan di bagian depan batas belakang lingkaran, sedangkan kaki kiri berada di sisi sebelah kiri dengan lebar sepanjang lebar tubuh dan satu garis lurus dengan arah lemparan.
  • Pegang peluru menggunakan tangan kanan dengan pegangan yang tepat.
  • Perletakkan peluru dapat ditata dengan baik oleh tangan yang memegang peluru.
  • Tempatkan peluru di antara batas leher dengan pundak, atau di posisi bagian bawah telinga. Saat membuka, rentangkan lengan segaris dengan bahu.
  • Tekuk sedikit lengan kiri di bagian muka dada.
  • Rilekskan kaki kiri dan posisikan menapak di bagian ujung kaki.

3. Teknik Awalan

Tahap awalan merupakan salah satu tahapan yang krusial dalam sebuah persiapan olahraga tolak peluru. Oleh karena itu teknik yang tepat akan diperlukan untuk menghasilkan rangkaian gerakan yang benar secara kontinyu. Tahapan teknik awalan tolak peluru adalah sebagai berikut.

  • Letakkan kaki kanan di depan dan posisikan kaki kiri di sebelah kiri dan jarak di antaranya selebar bahu dan segaris dengan arah lemparan
  • Pegang peluru dengan menggunakan tangan kanan dan letakkan di antara batas leher dan tepat di bawah telinga atau di atas bahu. Sementara itu, posisikan lengan kiri menekuk sedikit tepat di depan dada.
  • Tumpuan berat badan berada di kaki kanan dan badan dibungkukkan dengan sedikit dicondongkan ke arah kanan. Setelah itu mulai mengayunkan kaki kiri ke depan dan belakang.
  • Setelah mengayunkan kaki kiri sebagai gerakan awalan, maka gerakan lanjutan adalah dengan menekuk kaki kanan lebih rendah daripada kaki kiri.
  • Saat melakukan ayunan, kaki kiri dapat diletakkan di bagian belakang, lalu diayunkan ke arah kiri atau ke arah lemparan dilakukan. Setelah itu lakukan pendaratan secepatnya dan diiringi dengan gerakan tolakkan kaki kanan ke arah tujuan lemparan.
  • Terakhir adalah melakukan gerakan pendaratan. Dengan melakukan pendaratan menggunakan kaki kanan maka tubuh sebaiknya dicondongkan ke arah kanan.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melakukan rangkaian gerakan awalan pada teknik dasar tolak peluru, antara lain:
  • Usahakan agar pegangan peluru tidak bergeser saat melakukan rangkaian gerakan awalan di atas.
  • Pastikan tubuh harus dalam posisi siap dengan pegangan peluru yang tepat dan benar agar tolakan peluru memiliki kesempurnaan gerakan.
  • Ketika akan menolakkan peluru, tubuh dipastikan mengarah ke samping arah tolakan.
  • Kaki kiri letakkan di depan secara lurus, sedangkan kaki kanan ada di belakang dengan menekuk lutut dengan tumpuan berat badan di kaki kanan dan tangan kiri dijaga agar tetap lurus dan rileks. Posisikan tangan kiri di depan supaya keseimbangan dapat terjaga.

4. Teknik Menolak Peluru

Setelah awalan, teknik selanjutnya dalam tolak peluru adalah teknik menolakkan peluru. Tahapan dalam melakukan teknik tolakan peluru agar dapat berhasil sempurna adalah sebagai berikut.
  • Siku ditarik serong ke belakang bersamaan dengan perputaran tubuh ke arah tolakan.
  • Selain itu dorong pinggang dan pinggul sedikit ke arah depan dengan dada terbuka mengarah ke tolakan atau serong ke atas.
  • Pandangan menuju ke arah tolakan dengan dagu terangkat.
  • Saat dada atau seluruh badan mengarah tolakan, peluru dapat sesegera mungkin ditolakkan sekuat tenaga ke arah depan atas atau arah tolakan.
  • Di saat yang sama, dapat dilakukkan tolakan kaki kanan dan seluruh tubuh dilonjakkan ke atas menyerong ke depan.
Sebagai pemula dalam olahraga tolak peluru, perlu diketahui bahwa cara menolakkan peluru dibagi menjadi 2, yakni dengan menggunakan kedua tangan atau hanya dengan satu tangan. Perlu kondisi fisik yang prima sebelum melakukan olahraga tolak peluru dengan beberapa gerakan langkah berikut ini:

  1. Saat peluru telah lepas atau atlet sudah melakukan tolakkan, posisi tubuh berada pada keadaan condong ke depan. Keseimbangan tubuh sangat penting untuk menjaga agar  jangan sampai jatuh di luar lapangan tolak peluru. Untuk mencegah agar tubuh tetap seimbang, kaki kanan dapat segera digerakkan ke depan.
  2. Saat melakukan pendaratan dengan kaki kanan, segera kaki kiri ditarik ke belakang. Hal ini diperlukan agar seluruh tubuh berada pada posisi dan gerakan seimbang. Selain itu lengan kiri perlu untuk diarahkan ke belakang. Latih gerakan ini agar menghasilkan gerakan yang lebih sempurna. Hal ini disebabakan banyaknya atlet atau pelempar olahraga tolak peluru yang di gereakan awal melakukan kesalahan dalam gerakan maupun posisi tubuh.
Selain latihan gerakan dan posisi, banyak juga atlet yang seringkali melakukan kesalahan pada rangkaian gerakan olahraga tolak peluru, terlebih lagi saat melakukan gerakan awalan. Saat posisi berada di gerakan tolak lepas, kesalahan yang dilakukan adalah tungkai yang digunakan diayunkan dengan posisi yang tidak cukup tinggi atau ada juga yang berdiri di akhir tolakan mendatar tak cukup jauh penempatannya di bawah badan.

Baca Juga:

Artikel Lengkap 4 Macam-Macam Start Jongkok dalam Atleti


Untuk merevisi kesalahan tersebut, para atlet dianjurkan untuk sering berlatih mengayunkan tungkai ke belakang sekaligus ke atas. Setelah itu juga menggunakan tungkai untuk berdiri. Peluncuran mendatar pun perlu dilatih dengan gerakan awalan hingga posisi tolak lepas peluru sambil memperhatikan agar lutut selalu berada pada titik telapak kaki untuk berdiri dan ayunkan tungkai sambil diluruskan ke arah tolakan.

4 Teknik Dasar dalam Tolak Peluru yang Perlu Diketahui

Jenis-jenis permainan bola tangan adalah berbagai macam permainan bola tangan yang populer di masyarakat. Itulah mengapa bola tangan termasuk dalam jenis jenis olahraga yang sering dipertandingkan di Indonesia. Bola tangan diketahui merupakan permainan yang memiliki peraturan permainan yang sama dengan permainan jenis sepak bola. Akan tetapi, ada yang membedakan kedua permainan ini, yaitu sepak bola dimainkan dengan menggunakan kaki oleh para pemainnya sedangkan kalau bola tangan dimainkan menggunakan tangan oleh pemainnya. Perbedaan lain adalah pada permainan bola tangan terdapat hanya 8 orang pemain, sedangkan sepak bola ada 11 pemain. Namun, pada dasarnya tujuan permainan bola tangan sama dengan sepak bola yaitu memasukan bola ke gawang lawan menggunakan tangan.
Sejarah Perkembangan Jenis-Jenis Permainan Bola Tangan
Sebelum memulai penjelasan mengenai jenis-jenis permainan bola tangan, maka pada bagian berikut ini akan dijelaskan bagaimana sejarah perkembangan permainan bola tangan dalam masayarakat. Bola tangan awalnya dimainkan oleh orang-orang yunani (permainan ini digambarkan oleh Homer dan Odyssey) dan orang-orang romawi pada tahun 130-200 masehi yang bernamakan claudius Galenus. Sekitar antara tahun 1170-1230, permainan ini mulai dimainkan oleh rakyat jerman, yang dikenal dengan istilah nama “fangballspiel” dan mulai diperkenalkan pada sebuah lagu puisi yang dituliskan oleh walther von der vgelweide. Bola tangan pun mulai muncul di Perancis pada tahun 1494-1533, permainan ini dimainkan menggunakan telapak tangan. Sekitar tahun 1473, selanjutnya digambarkan sejarah bahwa permainan permaian bola tangan sudah dimainkan oleh masyarakat Inuit. Akhirnya, sekitar tahun 1484 seorang olahraga administrator denmark sudah menjadikan permainan bola tangan ini sebagai olahraga di Denmark dan membuat berbagai aturan permaiannya yang benar pada untuk diketahui.  Permainan bola tangan ini terus berkembangan hingga memasuki abad 19 di kota Danish di bagian Nyborg, Denmark. Tahun 1897 permainan bola tangan ini sudah dipertandingkan antar negara, dan ada tiga negara yang rutin mengikuti kompetisinya yaitu 3 negara itu adalah Denmark, Jerman, dan Swedia. Pada tahun 1910 permainan ini oleh pakar sudah dijadikan sebagai olahraga jasmani dalam dua bentuk permainan di swedia, bola tangan ini diistilahkan dalam bentuk “Raffbal” ( bola tangan) dan “ konigsbergell”. Kemudian pada tahun 1912 kebangsaan jerman hirschman melakukan penyebaran pada permainan bola tangan. Setelah itu pada tahun 1926, di sebuah pertemuan kota hague, disini saat sedang ada pertemuan kongres federasi atletik amatir internasional, mulailah kongres menyusun peraturan internasional dari bola tangan.
Setelah itu, permainan bola tangan berkembang pada tahun 1951 di berbagai kalangan pertandingan PON ke-II. Pertandingan pon ini diikuti oleh pelajar-pelajar sekolah olahraga dikalangan indonesia sehingga berkembang terus hingga tahun 2008 pengembangan bola tangan mengikuti Asian Beach Games di Indonesia, sehingga mulialah pertandingan bola tangan ini berkembangan secara keseluruhan hingga terus dimainkan sampai sekarang oleh masyarakat. Oahraga ini diketahui sangatlah berkembang pesat karena masyarakat Indonesia menyukai bentuk permainan dan peraturan dalam olahraga ini. Bola tangan pun terus berkembangan di kalangan dunia dan menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Sea Games.
Mempersiapkan Jenis-Jenis Permainan Bola Tangan
Permainan olahraga bola tangan ini termasuk dalam macam macam olahraga permainan dan penjelasannya mengatur permainan ini memerlukan perlengkapan aksesoris tambahan seperti pemakaian dekker, sepatu, serta kaos kaki lengan panjang. Mengapa diperlukan aksesoris tambahan? Alasannya adalah agar pemain tidak mengalami cedera pada saat bertanding. Permainan bola tangan diketahui sangat beresiko cedera bahkan hingga ke organ-organ tubuh, jadi penggunaan aksesoris tambahan ini sangatlah diperlukan.
Selanjutnya olahraga bola tangan juga diketahui bermanfaat untuk kesehatan. Jadibanyak juga yang menyarankannya sebagai olahraga untuk meningkatkan daya tahan ttubuh. Salah satu manfaat olahraga bola tangan adalah memberikan reaksi aliaran darah di otot dada menjadi lebih kuat, sehingga akan mengalami pembentukan otot dada pemain yang lebih sempurna juga sistem kekebalan otot akan bertambah. Pemain karena sering berlari sambil memegang bola secara akurat akan membuat pemain memiliki pembentukan otot perut, sehingga menjadi sixpack. Selain untuk pembentukan otot dada, olahraga ini juga membentuk kelincahan pada pemainnya. Itulah sebabnya, bola tangan termasuk dalam macam macam latihan untuk melatih kelincahan.
Jenis-Jenis Permainan Bola Tangan
Berdasarkan keputusan komite olahraga internasional, bola tangan dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama disebut sebagai raffball, sedangkan yang kedua disebut sebagai konigsbergerball. Apa perbedaan keduanya? Simak penjelasannya di bawah ini.
  1. Permainan Raffball
Jenis yang pertama disebut sebagai permainan bola tangkap. Artinya, permainan bola tangan ini dilakukan dengan fokus lempar tangkap bola. Cara bermainnya adalah permainan dilakukan oleh sekitar 15 orang. Kemudian wasit akan melempar bola pertama dengan jumpball. Setelah itu, para pemain mencoba mengambil bola pertama. Setelah mendapatkan bola, antar permain akan bekerja sama agar bola saling dilempar dan ditangkap sesuai peraturan. Namun, tidak boleh memegang boleh lebih dari 10 detik. Artinya, bola harus terus dilempar dan ditangkap. Bola pun tidak boleh menyentuh bagian kaki dan  bawah tubuh. Jenis olahraga ini pastinya termasuk dalam macam macam latihan untuk melatih kelincahan tubuh sehari-hari.
  1. Permainan Konigsbergerball
Permainan bola tangan yang kedua ini merupakan bentuk asli dari permainan bola tangan. Artinya, permainan dilakukan dengan tujuan mencetak gol dengan mengoper bola menggunakan tangan antara pemain. Artinya, tujuannya sama seperti dengan  permainan sepak bola. Hanya saja tidak boleh menggunakan kaki dan jumlah pemainnya lebih banyak sekitar 15 orang. Permainan ini pun tidak kalah serunya dengan sepak bola. Anda perlu tahu apa saja peraturan dalam permainan bola tangan jenis ini, jadi simak penjelasannya di bawah ini.

Peraturan dan Pelanggaran dalam Jenis-Jenis Permainan Bola Tangan
Perihal dalam melakukan olahraga ini diperlukan ketangkasan dalam melakukan operan bola dan menggocek lawan. Hal ini dilakukan agar sebuah tim dapat bekerja sama secara agresif sehingga akan memberikan suatu kemenangan untuk tim tersebut. Suatu tim yang telah sering menjadi juara dapat menjadikan suatu pengalaman dalam bertanding dalam permainan bola tangan ini sebagai kelebihan  informasi dan kemampuan mengenai peraturan peraturannya. Pasalnya bola tangan sebagai salah satu dari macam macam latihan dalam kebugaran jasmani, memerlukan peraturan untuk dapat dilakukan sesuai aturannya. Selain itu, pastinya memang dalam suatu permainan bola tangan ini ada juga yang disebut dengan peraturan permainan yang harus perlu diperhatikan. Peraturan dalam permainan ini akan membuat semakin seru dalam bertanding. Tidak lupa ada juga pelanggaran yang harus dihindari, apa saja kira kira pelanggaran tersebut? Simak penjelasannya di bawah ini.
  • Seseorang pemain harus menghindari membawa bola sejauh 3 langkah.
  • Seseorang pemain harus cepat mengoper bola dalam waktu kurang lebih 3 detik. Jika lebih dari atau sama dengan 3 detik, maka pemegang bola akan dinyatakan melakukan sebuah pelanggaran. Oleh sebab itu, bolah harus dihindarkan secara cepat dan baik.
  • Seseorang pemain dilarang melempar bola ke atas, setelah itu dilarang untuk ditangkap lagi sebelum bola menyentuh pemain lain. Oleh sebab itu jika terjadi jenis pelanggaran ini dalam sebuah permainan, maka wasit akan memutuskan pemain telah melakukan pelanggaran.
  • Seseorang pemain dilarang untuk menyentuhkan bola di tungkai bawah, maka harus memiliki kelitian dalam melakukan suatu gerakan lemparan dan berlari.
  • Seseorang pemain dilarang melempar bola ke lawan timnya.
  • Seseorang pemain dilarang memasuki daerah kiper.
  • Seseorang pemain dilarang untuk memukul, menarik, serta mendorong pemain lawan.

Jenis-Jenis Permainan Bola Tangan – Sejarah dan Peraturannya

Macam-macam start jongkok dalam atletik diketahui adalah jenis start yang biasa dilakukan oleh atlet dalam pertandingan atletik. Anda perlu mengetahui bahwa ada banyak jenis pertandingan atletik. Berbagai jenis pertandingan atletik, seperti misalnya lari dan banyak lagi membutuhkan posisi start. Posisi start didefinisikan sebagai posisi awal di mana setiap petanding memulai di titik awal yang sama pertandingan tersebut. Diketahui bahwa start jongkok dalam pertandingan atletik juga memiliki peran yang sangat penting untuk menentukan akhir dari pertandingan. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Lalu apakah ada beda dari macam macam start jongkok dalam atletik ini? Informasi lengkap mengenai keseluruhannya akan disampaikan pada bagian di bawah ini. Semoga dapat bermanfaat.
Selanjutnya perlu diketahui bahwa ada banyak variasi dari sebuah start jongkok ini. Jika dilakukan dengan benar dan tepat, maka akan menghasilkan pertandingan yang adil dan juga menyenangkan bagi penonton. Pertandingan atletik yang diawali dengan start jongkok ini pun bisa berjalan secara lancar seperti yang diharapkan. Tradisi dan peraturan bagaimana start jongkok ini dilakukan adalah dasar yang membuat start jongkok tetap dipakai hingga kini. Jadi ketahuilah juga bagaimana teknik dalam melakukan macam macam start jongkok dalam atletik tersebut. Bagian berikutnya akan menjelaskan mengenai macam macam start dalam perlombaan lari tersebut.
Macam-Macam Start Jongkok dalam Atletik untuk Memulai Pertandingan
Gerakan start jongkok pada olahraga atletik misalnya sprint ini sangat baik sebagai salah satu latihan dalam macam macam latihan untuk melatih kelincahan ataupun ketangkasan dari pemain atau atlet. Itulah sebabnya mengapa para atlet bisa memiliki aliran darah yang lancar di otot kaki serta lengan saat sedang melakukan pertandingan. Tidak ada lagi kram yang menyerang dan mengganggu atlet selama pertandingan. Anda perlu tahu ada beberapa macam macam nomor lari dalam atletik denga macam start yang berbeda juga. Agar tidak menunggu lama lagi, berikut ini 4 macam start jongkok yang dilakukan atlet dalam pertandingan atletik untuk diketahui.
  1. Start Jongkok dalam Atletik pada Posisi Pendek (Short Start)
Pertama, bila anda ingin melakukan suatu gerakan pada start jongkok dengan posisi pendek, sebaiknya anda bisa memposisikan lutut kaki belakang berada disamping ujung telapak kaki depan. Biasanya gerakan start jongkok pada posisi pendek dilakukan pada pertandingan atletik yang memiliki ukuran jarak pertandingan berlari sekitar 0-150 meter. Karena jaraknya yang sangat dekat ini, maka pemain harus betul-betul berhasil dalam gerakan start jongkok pada posisi pendek ini. Karena jika tidak, maka akan sangat cepat tertinggal oleh pemain lainnya. Dengan demikian berikut ini ada beberapa langkah yang harus diketahui oleh para atlet pada posisi start jongkok pendek dalam olahraga atletik, yaitu:
  • Para atlet bisa memposisikan tangan membuka sejauh dengan lebar garis bahu.
  • Kemudian pastikan posisi ibu jari ada di depan tangan, sejajar dengan lutut kaki belakang, hal ini dilakukan sekaligus untuk manfaat peregangan otot yang didapatkan.
  • Setelah itu, ibu jari kaki depan bisa diposisikan secara sejajar pada lutut kaki belakang serta tangan. Sehingga anda bisa atau dapat memiliki posisi secara agak mundur sekitar kira-kira 30 c
  • Selanjutnya posisikan kepala anda sedikit menunduk ke bawah, dengan mata lurus melihat ke depan, kemudian lakukanlah berlari dengan jarak pendek.
  1. Start Jongkok dalam Atletik pada Posisi Menengah (Medium Start)
Kedua, pada seorang atlet yang akan melakukan lari dengan posisi start jongkok menengah biasanya adalah atlet atletik dalam pertandingan lari dengan jarak sekitar 500 meter. Sebagai jarak menengah, maka posisi start lagi lagi memegang peranan penting. Seorang atlet harus ahli dalam posisi start jongkok ini agar tidak mengalami kesalahan pada macam macam lari dalam olah raga atletik ini. Jika anda salah posisi start, maka resiko cedera lebih tinggi dan anda pun akan cukup sulit mengejar langkah lawan lainnya. Beberapa langkah atau cara untuk melakukan sebuah start jongkok menengah ini diantaranya sebagai berikut:
  • Seorang atlet harus memposisikan pada awal, dengan melakukan posisi tangan dibuka sekitar selebar bahu dan sejajar dengan lokasi bahu.
  • Kemudian, lakukan posisi lutut kaki belakang secara sejajar pada tungkai kaki depan.
  • Setelah itu seorang atlet memposisikan lutut kaki anda kebelakang secara sejajar ke kaki depan, kemudian mundurkan sedikit ke belakang sampai tangan kira-kira sekitar 20-30 c
  • Lalu posisikan kepala anda sedikit ke bawah serta pandangan ke depan, kemudian lakukanlah berlari pada aba-aba start dibunyikan.
  1. Start Jongkok dalam Atletik pada Posisi Jauh (Long Start)
Ketiga, pada saat hendak anda ingin melakukan suatu perlombaan lari secara baik, maka anda bisa melakukan gerakan start jongkok pada posisi jauh jika jarak lari yang anda tempuh adalah jarak jauh. Biasanya pada perlombaan lari jarak jauh, kisaran jarak yang harus ditempuh oleh atlet adalah kurang lebih 1000 meter. Jarak lari sejauh itu, tentu membutuhkan stamina yang baik dan start yang sukses. Itulah sebabnya mengapa anda harus memahami bagaimana memposisikan start jongkok secara baik, agar tidak di diskualifikasi pada perlombaan nantinya. Dengan ini anda harus melakukan langkah ini secara benar dengan mengikuti langkah sebagai berikut:
  • Posisikanlah letak tangan anda secara sejajar dengan garis di lapangan. Posisikan juga bahu anda secara sejajar dengan garis tersebut.
  • Kemudian, posisi lutut condong kebelakang tubuh anda, dan perhatikan bahwa posisi kaki depan harus ditungkaikan.
  • Setelah itu, posisikan pula lutut anda condong ke belakang juga terhadap tungkai kaki depan. Hal inni dilakukan agar posisi lutut agak jauh dari tangan, sehingga membuat seorang atlet akan lebih leluasa pada saat akan melakukan start lari jarak jauh.

  1. Start Jongkok dalam Atletik pada Posisi dengan Aba-Aba
Keempat, jika anda ingin melakukan lari pada pertandingan atletik lainnya, sebaiknya anda melakukan gerakan start jongkok saat terdengarnya aba-aba start. Jika memang ada aba-aba start, maka anda bisa lakukan langkah seperti berikut:
  • Start aba aba membutuhkan seorang atlet harus siap dalam posisi konsentrasi terlebih dahulu untuk mendengar aba-aba start block.
  • Angkat pantat disertakan pinggul keatas, lalu tekan kaki secara kuat pada penekukan setelah itu pandanglah ke depan minimal kurang lebih 10 m.
  • Setelah itu, lakukan berlari secara kencang jika ada aba-aba yang telah
Hal yang Harus Dipahami dan Diperhatikan pada Posisi Start Olahraga Atletik
  • Para atlet harus menguasai sistem melakukan posisi tangan pada start jongkok
  • Para atlet harus menguasai sistem melakukan posisi kaki pada start jongkok
  • Bagi seorang atlet harus menguasai sikap badan condong kebelakang
  • Untuk melakukan start jongkok harus seorang atlet harus menguasai sikap pandangan ke depan
  • Pada seorang atlet harus menguasai sikap aba-aba pada start jongkok
Itulah tadi informasi yang disampaikan mengenai macam macam start jongkok dalam atletik yang harus diketahui oleh atlet dan apa saja yang harus dipahami dan diperhatikan agar posisi tersebut dapat dilakukan dengan benar. Tentunya melakukan posisi start yang benar akan menguntungkan pemai

Artikel Lengkap 4 Macam-Macam Start Jongkok dalam Atletik